Benarkah Itu Einstein? Ciyus?

Ini mungkin akan terdengar familiar. Sebuah kisah tentang perdebatan seorang anak yang konon jenius dengan seorang profesor yang konon seorang atheis. Kalo belum pernah tau, Baca disini- . Singkatnya, diceritakan sang professor membuka diskusi di kelas dengan pertanyaan : ‘Apakah Tuhan menciptakan segalanya? dan Apakah Tuhan baik? Lalu mengapa Ia menciptakan kejahatan dan kesengsaraan? Artinya ia tidak baik’ Seorang anak yang jenius lalu menjawab : ‘Kejahatan dan kesengsaraan tidak ada, itu hanyalah kondisi ketiadaan Tuhan dalam hati manusia’
Hmm.. menarik.

Lalu Profesor kembali bertanya : ‘Jika Tuhan ada, pernahkah kalian mengetahui keberadaanNya? Kalau tidak, berarti Tuhan itu tidak ada’  Si anak jenius kembali beraksi. Ia melontarkan pertanyaan balasan : ‘Adakah yang pernah melihat otak professor? Jika tidak, berarti professor tidak punya otak’
Wow! Counter attack, rasain lo prof, dasar atheis.

Kemudian cerita tersebut ditutup dengan manis : ‘Dan anak jenius itu adalah Albert Einstein‘ . Seluruh semesta-pun bersorak bergembira [ Mungkin termasuk kita ]

Well, bagaimana menanggapi kebenaran ceritanya? Sempurnakah permainan logika anak yang konon jenius tersebut? Dan benarkah dia Einstein? Let’s thinking?

Continue reading

Bebaskan Ego [ Existensialism II ]

Maaf jika bahasan tentang kebebasan agaknya terkesan basi mengingat teori ini telah sejak lama dipaparkan secara fenomenal di masa lalu. Katakanlah Steiner dengan konsep free-will-nya, Sartre dengan lubang kunci-nya dan Foucault dengan Panoptikon-nya, bahkan Pramoedya melalui tetralogi pulau buru-nya pun menyiratkan konsepsi kebebasan. Gawat juga saat harus mempertahankan konsistensi dimana pada Paradox I faham kebebasan jelas – jelas saya anggap prinsip yang paradox. Saya akan usahakan  ngeles se-efektif mungkin ^^. Apanya yang bebas saat Sartre latah dengan tetap menyertakan sosok Tuhan sebagai (salah satu) pengintip? Mengapa Pram bersembunyi dibalik tokoh sentral Minke sebagaimana Nietzsche yang menjelang akhir hidupnya condong ke karya sastra dan berlindung dibalik Zarathustra?

‘Kebebasan tidak akan pernah menjadi bebas sebebas – bebasnya karena pada puncaknya ia pun dibatasi dirinya sendiri’  asek!

Continue reading

Perlukah Berdo’a?

                             Do’a mungkin merupakan suatu teori yang secara umum difahami setiap orang. Layaknya setiap udara yang kita hirup, berbagai konsep dan paradigma tentang “Do’a” seolah tercurah pada setiap wadah pemahaman manusia dengan atau tanpa melalui konduksi iman dan dogma – dogma sekalipun. Sebagian yang terkesan faham, menspesifikkan do’a sebagai ritual teknis sesuai kondisi dan waktu – waktu tertentu, sebagian lagi latah dengan konsep universalitas segala nilai dan pada akhirnya berimbas pada lahirnya bermacam – macam slogan jagat raya “The Power of Prayer”, “how to do nothing and still think you’re helping”, “niat,usaha dan do’a”, “prayer! is the best armor agains all trials”,”don’t panic, just pray”…. dan rangkain kata – kata indah lainnya. Lantas apakah do’a yang diyakini begitu istimewa tersebut terbatas pada basa – basi motivasi belaka? Atau justru terlalu istimewa sehingga dianggap sebagai senjata andalan terakhir saat tidak ada lagi pilihan? atau semacam media pengaduan imajiner tanpa batas tanpa norma?

Continue reading

Apakah Engkau Masih Menggendongnya!?

 

Dua orang rahib sekali waktu berjalan
bersama dan mereka harus melewati suatu
jalan berlumpur. Lebih parah lagi, hujan
sangat lebat turun…

Tibalah suatu saat
mereka bertemu seorang gadis cantik
yang mengenakan kimono sutera dan selendang
indah yang melingkari pinggangnya.
Si gadis jelita ini tak bisa menyeberangi
persimpangan jalan yang penuh lumpur… Continue reading

Domino Causa Prima

Hasil dari The Power of Mind.

Sebuah reaksi berantai dari susunaan domino, Jika dipandang secara detail dan menyeluruh, maka pada dasarnya satu satunya yang dapat disebut sebab ( Fundamental ) hanyalah domino yang jatuh pertama di salah satu sisi karna dialah yang menjadi sebab jatuhnya seluruh domino dalam satu rangkaian sehingga dengan demikian seluruh domino yang jatuh itu adalah akibat dari sebab tunggal yang sama.

Continue reading

Fool-Osophy?

                   “Fool-osophy?” Mungkin terdengar seperti sebuah judul lagu (Jamiroquai), tidak ada niat untuk promosi but, kenyataannya memang terdengar lumayan bagus secara lirik maupun musikalitas (*forget it). Sebenarnya istilah foolosophy pantas dinobatkan kepada seluruh makhluk didunia ini yang merasa telah mengendalikan fikirannya padahal sejatinya sedang dikendalikan oleh fikirannya, kepada orang – orang yang merasa berkepentingan penuh dengan sebuah gagasan dari hasil pemikiran orang lain, juga kepada orang – orang yang menganggap kelangsungan hidupnya terancam oleh fikiran orang lain, ditambah lagi orang – orang yang menjudge konyol proses berfikir orang lain yang dia sendiri tidak dirugikan dengan kekonyolan yang dianggapnya konyol tersebut, bahkan ada yang berusaha berfikir untuk tidak memikirkan sesuatu yang tidak diinginkannya untuk difikirkan, how fool. Continue reading