Bebaskan Ego [ Existensialism II ]

Maaf jika bahasan tentang kebebasan agaknya terkesan basi mengingat teori ini telah sejak lama dipaparkan secara fenomenal di masa lalu. Katakanlah Steiner dengan konsep free-will-nya, Sartre dengan lubang kunci-nya dan Foucault dengan Panoptikon-nya, bahkan Pramoedya melalui tetralogi pulau buru-nya pun menyiratkan konsepsi kebebasan. Gawat juga saat harus mempertahankan konsistensi dimana pada Paradox I faham kebebasan jelas – jelas saya anggap prinsip yang paradox. Saya akan usahakan  ngeles se-efektif mungkin ^^. Apanya yang bebas saat Sartre latah dengan tetap menyertakan sosok Tuhan sebagai (salah satu) pengintip? Mengapa Pram bersembunyi dibalik tokoh sentral Minke sebagaimana Nietzsche yang menjelang akhir hidupnya condong ke karya sastra dan berlindung dibalik Zarathustra?

‘Kebebasan tidak akan pernah menjadi bebas sebebas – bebasnya karena pada puncaknya ia pun dibatasi dirinya sendiri’  asek!

Continue reading

Advertisements

My Corner (Untuk Wanita)

Berawal dari seorang sahabat blogger yang menyarankan saya untuk melakukan ritual wajib para blogger yaitu blogwalking, hitung-hitung nambah friendlist dan menimba ilmu dari blogger uzur.. eh maksudnya senior. And then, fakta statistik menunjukkan ternyata saya lebih sering terdampar di Kamar-kamarnya para wanita. Ya, memang layaknya sebuah kamar, Layout yang fresh, gradasi warna yang soft, Tata widget yang rapi, Header-header yang kreatif  *Entah apa istilah selain kreatif bagi mereka yang mengubah kotak komentar menjadi “Cuapz-cuapz”, Buku Tamu jadi “Pangkalan Ojek” bahkan ada yang menyajikan sebuah makanan diberanda dan ajaibnya para pengunjung seolah-olah dapat merasakan sajian tersebut (termasuk saya), ditambah kata Sambutan yang ramah dan segala macam detail pernak – pernik yang unik. Ok, two Thumbs up, what can I say. Saya harus pergi melanjutkan tamasya fikiran pada halaman-halaman yang lebih logis dan ilmiah, but wait…  Entah bagaimana tiba – tiba saja saya sudah larut dalam wacana – wacana disetiap sudut ruang, cerita-cerita tentang rasa, Continue reading

Lembaga, Dogma, Dewa masak & Merk Kompor

Simpulan diskusi random [18+] Netralkan  hati, jernihkan fikiran, tepiskan ego, semua kembali hanya padaNYa.

FENOMENA:

Tinjauan Filsafat bertolak dari Titik Timbang: [Jika, dan hanya jika] semakin banyak orang yang tetap mempercayai keberadaan Tuhan dengan (namun) tidak lagi mempercayai keberadaan lembaga agama, maka?
Mari kita urai dengan amburadul ( Logika tetap main ) Let’s Thinking..

Pertama – tama yang menjadi perhatian tentu apa fungsi lembaga agama dan segala kegiatanya dalam kaitanya dengan eksistensi Tuhan? Pihak yang berpikir & mengambilkan keputusan bagi kita? atau agar kita tidak usah capek-capek mikir ataupun bingung saat kita harus mengambil sikap? Atau agar baik pikiran, keputusan maupun sikap kita (dari mereka) yang kita jalankan itu- sesuai dengan kehendak Tuhan menurut mereka maupun berdasar standar mereka? Atau bagaimana?
Continue reading

Ayah, Anak dan Unta [ Egoislah! ]

Suatu ketika seorang tua renta dan anaknya yang masih kecil akan melakukan perjalanan dengan mengendarai satu – satunya unta mereka yang kurus.

“Naiklah ayah, biar aku yang menuntun unta ini hingga ke tujuan” Continue reading