The Last Prompt #8 K.E.N.D.I

kendiiiiiiArka tersandar diruangannya. Misteri tewasnya Mr. Momo, owner perusahaan kendi di Pantai Cilincing dua hari yang lalu terasa begitu membebaninya. Bermacam spekulasi membayangi fikirannya. Bukan hanya tentang metode pembunuhan, tapi juga tentang pesan terakhir yang ditinggalkan korban di pasir pantai. Sebuah kata sederhana yang ia coba uraikan menjadi fakta, Kendi.

“Kendi, kendi.. ah sial!” Arka begitu kesal hingga tak menyadari kalau seorang wanita sejak tadi telah duduk disampingnya. Mazhea, gadis jelita yang menjadi asisten sekaligus teman baiknya. Tepatnya satu – satunya teman baiknya.

“Itu natural kok. Mr. Momo udah nganggep kendi kaya anak sendiri. Cobalah untuk tidur”
“I know, tapi sebegitu berharganya kah, hingga di akhir hidupnya pun isi kepalanya hanya kendi? Pasti ada sesuatu Zee. Kamu tidurlah duluan” Continue reading

Lagi – lagi Fiksi [ Elegi Loyalitas ]

Sniper-Elite-V2_b_123986 “Aku mencintai pekerjaanku dan Negaraku..
Aku yang terbaik yang pernah ada..
Atas Nama Loyalitas..
Aku tak dapat dihentikan..!”

“Jimmy Joetinov. Lulusan terbaik Milligan College berpredikat Top Ellite Sniper, bertahan 2 tahun di perang Alequero, 1219 target cleared, dingin dan akurat, menguasai medan Timur Tengah dan mengerti bahasa Arab”
“Siap pak!”
Perfecto.. Saya Jendral Hoggan, komando sniper garis keras.. Ini..!”
Hoggan meletakkan sebuah foto di meja, sebuah foto usang yang menggambarkan seorang paruh baya berperawakan arab dengan sebilah senapan laras panjang.
“Jamaluddin Al-Hamiddi, pimpinan Humas Al-badawi di kawasan Quba, licik dan manipulatif. Selesaikan tanpa suara di hari kampanyenya, lapangan Anshor 10 maret ”
“Laksanakan pak”
Continue reading

Mencoba Fiktif [ My World ]



Its Me and Just me,
In My Place,
My World…

Aji merasa kepalanya semakin panas. Lebih dari 5 jam ia bergelut dengan laptopnya di pojokan selasar kantin Bude Robb. Ya, sebuah kantin sederhana di belakang perpustakaan. Kantin yang tidak lagi buka sejak dua tahun lalu. Kantin yang menjelma menjadi ruang meditasi untuk mencurahakan segala ide dan fikirannya.
Matanya terlihat semakin sayu menyisir 12 draft yang telah tertulis, konsep – konsep idealisme, Theologi, kritik tentang politik, pemerintahan, sistem sosial, ah.. rasanya ia tak sabar untuk sampai pada kongklusi, tapi energinya seolah telah melampaui batas.
Kelelahan itu semakin nyata.
Ia melepas kacamata lalu tersandar.
Nuansa keheningan yang sangat nyaman, membuat ia terlelap dalam zona privasinya~ Continue reading