Perlukah Berdo’a?

                             Do’a mungkin merupakan suatu teori yang secara umum difahami setiap orang. Layaknya setiap udara yang kita hirup, berbagai konsep dan paradigma tentang “Do’a” seolah tercurah pada setiap wadah pemahaman manusia dengan atau tanpa melalui konduksi iman dan dogma – dogma sekalipun. Sebagian yang terkesan faham, menspesifikkan do’a sebagai ritual teknis sesuai kondisi dan waktu – waktu tertentu, sebagian lagi latah dengan konsep universalitas segala nilai dan pada akhirnya berimbas pada lahirnya bermacam – macam slogan jagat raya “The Power of Prayer”, “how to do nothing and still think you’re helping”, “niat,usaha dan do’a”, “prayer! is the best armor agains all trials”,”don’t panic, just pray”…. dan rangkain kata – kata indah lainnya. Lantas apakah do’a yang diyakini begitu istimewa tersebut terbatas pada basa – basi motivasi belaka? Atau justru terlalu istimewa sehingga dianggap sebagai senjata andalan terakhir saat tidak ada lagi pilihan? atau semacam media pengaduan imajiner tanpa batas tanpa norma?

Continue reading

Advertisements

Hikmah Sebuah Paradox

Definisi umum paradox adalah suatu situasi yang timbul dari sejumlah premis yang diakui kebenarannya yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan tiba pada suatu konflik atau kontradiksi.

“”I always lie” is a paradox because if it is true it must be false”

                     Berbicara tentang paradox, setiap orang tentu memiliki sudut pandang yang berbeda. Ada yang menilainya sebagai problem tak terpecahkan dan memang bukan untuk dipecahkan, Alur logika yang berlawanan dengan rasionalitas, Siklus konsep infinity, dua kebenaran yang menyatu tapi saling bertentangan, bahkan bagi sebagian yang apatis, paradox hanya dianggap  sebuah permainan semu logika  kata – kata. Memang konsep yang rumit sekaligus menggelitik untuk di ungkap.  Jika boleh dianalogikan paradox itu seperti saat melempar uang logam dan akhirnya jatuh tidak di kedua sisinya, dan itu mungkin saja terjadi ( Silakan berlatih sendiri )

Continue reading

Apakah Engkau Masih Menggendongnya!?

 

Dua orang rahib sekali waktu berjalan
bersama dan mereka harus melewati suatu
jalan berlumpur. Lebih parah lagi, hujan
sangat lebat turun…

Tibalah suatu saat
mereka bertemu seorang gadis cantik
yang mengenakan kimono sutera dan selendang
indah yang melingkari pinggangnya.
Si gadis jelita ini tak bisa menyeberangi
persimpangan jalan yang penuh lumpur… Continue reading

Lao-Tze

Parmenides    “Manusia bijak memperlakukan semua orang seperti anak-anak.”
Laot-Tzu, Bab 49

   Apakah Laot-Tze merupakan nama dari seseorang? Inilah yang masih menjadi perdebatan para sejarawan. Pasalnya, tokoh –yang mempunyai nama– tersebut disebut sebagai salah satu filsuf yang mempengaruhi peradaban Cina sampai saat ini. Hingga tidak jarang terlihat sikap bangsa China yang sangat toleran, ramah dan tekun dalam segala hal.    Ditambah kondisi alam dan sumber daya manusia yang mengalami akselerasi dalam segal bidang, tak terkecuali teknologi. Apakah yang sebenarnya yang melatar-belakangi pola pikir bangsa China yang mengakibatkan mereka seperti perahu yang kuat dihantam badai globalisasi dan modernisasi? Siapakah tokoh yang disebut Laot-Tzu itu? Bagaimana falsafah kehidupannya? Continue reading

Lembaga, Dogma, Dewa masak & Merk Kompor

Simpulan diskusi random [18+] Netralkan  hati, jernihkan fikiran, tepiskan ego, semua kembali hanya padaNYa.

FENOMENA:

Tinjauan Filsafat bertolak dari Titik Timbang: [Jika, dan hanya jika] semakin banyak orang yang tetap mempercayai keberadaan Tuhan dengan (namun) tidak lagi mempercayai keberadaan lembaga agama, maka?
Mari kita urai dengan amburadul ( Logika tetap main ) Let’s Thinking..

Pertama – tama yang menjadi perhatian tentu apa fungsi lembaga agama dan segala kegiatanya dalam kaitanya dengan eksistensi Tuhan? Pihak yang berpikir & mengambilkan keputusan bagi kita? atau agar kita tidak usah capek-capek mikir ataupun bingung saat kita harus mengambil sikap? Atau agar baik pikiran, keputusan maupun sikap kita (dari mereka) yang kita jalankan itu- sesuai dengan kehendak Tuhan menurut mereka maupun berdasar standar mereka? Atau bagaimana?
Continue reading

Ayah, Anak dan Unta [ Egoislah! ]

Suatu ketika seorang tua renta dan anaknya yang masih kecil akan melakukan perjalanan dengan mengendarai satu – satunya unta mereka yang kurus.

“Naiklah ayah, biar aku yang menuntun unta ini hingga ke tujuan” Continue reading

Fool-Osophy?

                   “Fool-osophy?” Mungkin terdengar seperti sebuah judul lagu (Jamiroquai), tidak ada niat untuk promosi but, kenyataannya memang terdengar lumayan bagus secara lirik maupun musikalitas (*forget it). Sebenarnya istilah foolosophy pantas dinobatkan kepada seluruh makhluk didunia ini yang merasa telah mengendalikan fikirannya padahal sejatinya sedang dikendalikan oleh fikirannya, kepada orang – orang yang merasa berkepentingan penuh dengan sebuah gagasan dari hasil pemikiran orang lain, juga kepada orang – orang yang menganggap kelangsungan hidupnya terancam oleh fikiran orang lain, ditambah lagi orang – orang yang menjudge konyol proses berfikir orang lain yang dia sendiri tidak dirugikan dengan kekonyolan yang dianggapnya konyol tersebut, bahkan ada yang berusaha berfikir untuk tidak memikirkan sesuatu yang tidak diinginkannya untuk difikirkan, how fool. Continue reading