Lagi – lagi Fiksi [ Elegi Loyalitas ]

Sniper-Elite-V2_b_123986 “Aku mencintai pekerjaanku dan Negaraku..
Aku yang terbaik yang pernah ada..
Atas Nama Loyalitas..
Aku tak dapat dihentikan..!”

“Jimmy Joetinov. Lulusan terbaik Milligan College berpredikat Top Ellite Sniper, bertahan 2 tahun di perang Alequero, 1219 target cleared, dingin dan akurat, menguasai medan Timur Tengah dan mengerti bahasa Arab”
“Siap pak!”
Perfecto.. Saya Jendral Hoggan, komando sniper garis keras.. Ini..!”
Hoggan meletakkan sebuah foto di meja, sebuah foto usang yang menggambarkan seorang paruh baya berperawakan arab dengan sebilah senapan laras panjang.
“Jamaluddin Al-Hamiddi, pimpinan Humas Al-badawi di kawasan Quba, licik dan manipulatif. Selesaikan tanpa suara di hari kampanyenya, lapangan Anshor 10 maret ”
“Laksanakan pak”
Continue reading

Mencoba Fiktif [ My World ]



Its Me and Just me,
In My Place,
My World…

Aji merasa kepalanya semakin panas. Lebih dari 5 jam ia bergelut dengan laptopnya di pojokan selasar kantin Bude Robb. Ya, sebuah kantin sederhana di belakang perpustakaan. Kantin yang tidak lagi buka sejak dua tahun lalu. Kantin yang menjelma menjadi ruang meditasi untuk mencurahakan segala ide dan fikirannya.
Matanya terlihat semakin sayu menyisir 12 draft yang telah tertulis, konsep – konsep idealisme, Theologi, kritik tentang politik, pemerintahan, sistem sosial, ah.. rasanya ia tak sabar untuk sampai pada kongklusi, tapi energinya seolah telah melampaui batas.
Kelelahan itu semakin nyata.
Ia melepas kacamata lalu tersandar.
Nuansa keheningan yang sangat nyaman, membuat ia terlelap dalam zona privasinya~ Continue reading

Wanita Lagi? ( Part II)

“You don’t have to be Anti-Man to be Pro Woman”

Jane Galvin Lewis

~~~~

Terbitnya wacana tentang wanita part II ini didasari keputusan saya untuk berhenti berlarut – larut dalam kompleksitas dominasi sisi intuitif wanita yang incredible.  Lagipula wanita sekarang lebih kelihatan berkarakter dan cerdas ( apalagi yang seorang blogger, uhuk.. uhuk.. ). Cekidot..

  • “Sistem pendidikan sekarang yang lebih ngutamain kinerja otak kiri akhirnya mencetak intelektual kaku dan membunuh kreatifitas”
  • “Manusia memang makhluk sosial, tapi aku dan mungkin sebagian orang, sadar ternyata kita membutuhkan dan menikmati waktu – waktu untuk sendiri, saya heran ada yang nahan lapar cuma karena g ada teman buat makan”

Continue reading

My Corner (Untuk Wanita)

Berawal dari seorang sahabat blogger yang menyarankan saya untuk melakukan ritual wajib para blogger yaitu blogwalking, hitung-hitung nambah friendlist dan menimba ilmu dari blogger uzur.. eh maksudnya senior. And then, fakta statistik menunjukkan ternyata saya lebih sering terdampar di Kamar-kamarnya para wanita. Ya, memang layaknya sebuah kamar, Layout yang fresh, gradasi warna yang soft, Tata widget yang rapi, Header-header yang kreatif  *Entah apa istilah selain kreatif bagi mereka yang mengubah kotak komentar menjadi “Cuapz-cuapz”, Buku Tamu jadi “Pangkalan Ojek” bahkan ada yang menyajikan sebuah makanan diberanda dan ajaibnya para pengunjung seolah-olah dapat merasakan sajian tersebut (termasuk saya), ditambah kata Sambutan yang ramah dan segala macam detail pernak – pernik yang unik. Ok, two Thumbs up, what can I say. Saya harus pergi melanjutkan tamasya fikiran pada halaman-halaman yang lebih logis dan ilmiah, but wait…  Entah bagaimana tiba – tiba saja saya sudah larut dalam wacana – wacana disetiap sudut ruang, cerita-cerita tentang rasa, Continue reading

[Bassist] Think Like a Drummer

Dalam menentukan harmoni dan komposisi dasar suatu musik, Gitar dan piano memang cendrung dianggap sebagai komponen utama dan terpenting. Tapi saat membahas musik dalam format group / band jangan pernah sepelekan peran “The Captain” yaitu seorang bassist dan drummer sebagai “The Guide”, karena jiwa dari band sebenarnya lahir dari kolaborasi kedua instrumen ini. Memang tidak selamanya demikian mengingat adanya berbagai macam genre yang tidak selalu terfokus pada groove seperti melodic, metalcore, screamo, death metal dsbg (Kurang faham, saya menghargai eksistensinya walaupun kurang bisa menikmati) tapi pada dasarnya akan ada bagian dimana kombinasi antara bass & drum dikedepankan. Bahkan jika melihat perkembangan musik saat ini, para drummer dan bassist akhirnya mulai independent dan semakin disorot ( thanks to Paman Jaco, Wooten, kak Barry, Om Indro, Arya & Incredible Echa Sumantri ).

Continue reading

Israel Lebih Syariah…

                       Indonesia boleh saja mengklaim sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar. Dari sekitar 240 juta penduduk di Indonesia 90 persen pemeluk Islam. Arab Saudi juga pantas menyebut diri sebagai pusat peradaban umat Islam. Namun, soal urusan praktek ajaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad itu, dua negara ini jauh dari kata membanggakan. Menurut penelitian dilakoni oleh Scheherazade S. Rehman and Hossein Askari dari Universitas George Washington di Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat, posisi Indonesia dan Saudi jauh merosot dalam Indeks Ekonomi Islam. Dari 208 negara disurvei, 37 peringkat teratas ditempati oleh negara-negara non-muslim, seperti dilansir surat kabar the Jerusalem Post, Kamis (8/11).

Menurut kedua ilmuwan itu, nilai-nilai Islam lebih berhasil diterapkan di perekonomian negara-negara non-muslim ketimbang negara-negara dihuni mayoritas umat Islam. Menurut daftar itu, Israel menempati posisi ke-61, di atas Bahrain (64), Brunei Darussalam (65), Yordania (77), Oman (99), Qatar (112), Arab saudi (131), Indonesia (140), Mesir (153), dan Iran (163). Continue reading