Benarkah Itu Einstein? Ciyus?

Ini mungkin akan terdengar familiar. Sebuah kisah tentang perdebatan seorang anak yang konon jenius dengan seorang profesor yang konon seorang atheis. Kalo belum pernah tau, Baca disini- . Singkatnya, diceritakan sang professor membuka diskusi di kelas dengan pertanyaan : ‘Apakah Tuhan menciptakan segalanya? dan Apakah Tuhan baik? Lalu mengapa Ia menciptakan kejahatan dan kesengsaraan? Artinya ia tidak baik’ Seorang anak yang jenius lalu menjawab : ‘Kejahatan dan kesengsaraan tidak ada, itu hanyalah kondisi ketiadaan Tuhan dalam hati manusia’
Hmm.. menarik.

Lalu Profesor kembali bertanya : ‘Jika Tuhan ada, pernahkah kalian mengetahui keberadaanNya? Kalau tidak, berarti Tuhan itu tidak ada’  Si anak jenius kembali beraksi. Ia melontarkan pertanyaan balasan : ‘Adakah yang pernah melihat otak professor? Jika tidak, berarti professor tidak punya otak’
Wow! Counter attack, rasain lo prof, dasar atheis.

Kemudian cerita tersebut ditutup dengan manis : ‘Dan anak jenius itu adalah Albert Einstein‘ . Seluruh semesta-pun bersorak bergembira [ Mungkin termasuk kita ]

Well, bagaimana menanggapi kebenaran ceritanya? Sempurnakah permainan logika anak yang konon jenius tersebut? Dan benarkah dia Einstein? Let’s thinking?

Continue reading

Advertisements

[ Sci-poem ] Unromantic

Aku mulai lelah memetaforakan bulan dan segala ragam bintang. Nyatanya partikel asa-mu dan asa-ku tak lagi memberi harapan bereaksi secara fusi. Adakah harapan memang begitu korosif?

Continue reading

Paradox Combo ( Part II )

Sekedar melanjutkan bahasan bulan lalu Hikmah Sebuah Paradox, bedanya jika pada part I hanya pengembangan teori tunggal verbal logic Epimenides, sekarang saya akan meng-combo tiga teori paradox sekaligus. Jangan khawatir, kali ini saya ga akan bawa – bawa filosofi keTuhanan dan konsep theologi segala macam. Cukup sudah label sesat, sekuler, kafir, plural, murtad yang diberikan oleh pihak yang ( mungkin ) tidak membaca artikel hingga selesai, atau mungkin hanya membaca judul. Salahkah hamba mencari Tuhannya? Semoga kita bukan termasuk golongan makhluk yang penuh prasangka dan saling menghujat. Perihal hati, surga, neraka biarlah Tuhan yang menilai *Malah curcol*

Well, untuk part I sudah terjawab di Untuk Wanita bahwa mustahil manusia mewakili sifat selalu bohong dan /atau selalu jujur, kemudian saat Tuhan diyakini maha kuasa artinya Ia pun mutlak berkuasa untuk mebatasi / mengatur kekuasanNya sendiri. Lantas bagaimana saat Pinokio berkata “Hidungku akan memanjang” lalu hidungnya benar – benar memanjang? Apakah artinya Ia Jujur sekaligus berbohong? Sudahlah pinokio kan dongeng, case closed 😛 Are you ready for another paradox? Let’s thinking!

Continue reading

Domino Causa Prima

Hasil dari The Power of Mind.

Sebuah reaksi berantai dari susunaan domino, Jika dipandang secara detail dan menyeluruh, maka pada dasarnya satu satunya yang dapat disebut sebab ( Fundamental ) hanyalah domino yang jatuh pertama di salah satu sisi karna dialah yang menjadi sebab jatuhnya seluruh domino dalam satu rangkaian sehingga dengan demikian seluruh domino yang jatuh itu adalah akibat dari sebab tunggal yang sama.

Continue reading