Kita & “Tetangga Sebelah”

Persaudaraan“… Tapi kan ini lebaran, Pa. Ucok kan non-muslim”
“Ucok itu protestan, bukan non-muslim”
“Eh??”
“Ya dijamulah, mereka Tetangga-mu”

Sekedar kutipan percakapan di masa lalu. Pada saat itu saya bahkan belum faham kalau nama Ucok [ dan adiknya; Butet ] bukanlah nama sebenarnya. Continue reading

Advertisements

Nasi [ Basi ]-onalisme

… Jangan percaya
pada berita mass media cetak
dan elektronika!
Penguasa berteriak-teriak setiap hari.
Nasionalismenya mirip Nazi – Wiji Thukul

Continue reading

Wanita Lagi? ( Part II)

“You don’t have to be Anti-Man to be Pro Woman”

Jane Galvin Lewis

~~~~

Terbitnya wacana tentang wanita part II ini didasari keputusan saya untuk berhenti berlarut – larut dalam kompleksitas dominasi sisi intuitif wanita yang incredible.  Lagipula wanita sekarang lebih kelihatan berkarakter dan cerdas ( apalagi yang seorang blogger, uhuk.. uhuk.. ). Cekidot..

  • “Sistem pendidikan sekarang yang lebih ngutamain kinerja otak kiri akhirnya mencetak intelektual kaku dan membunuh kreatifitas”
  • “Manusia memang makhluk sosial, tapi aku dan mungkin sebagian orang, sadar ternyata kita membutuhkan dan menikmati waktu – waktu untuk sendiri, saya heran ada yang nahan lapar cuma karena g ada teman buat makan”

Continue reading

My Corner (Untuk Wanita)

Berawal dari seorang sahabat blogger yang menyarankan saya untuk melakukan ritual wajib para blogger yaitu blogwalking, hitung-hitung nambah friendlist dan menimba ilmu dari blogger uzur.. eh maksudnya senior. And then, fakta statistik menunjukkan ternyata saya lebih sering terdampar di Kamar-kamarnya para wanita. Ya, memang layaknya sebuah kamar, Layout yang fresh, gradasi warna yang soft, Tata widget yang rapi, Header-header yang kreatif  *Entah apa istilah selain kreatif bagi mereka yang mengubah kotak komentar menjadi “Cuapz-cuapz”, Buku Tamu jadi “Pangkalan Ojek” bahkan ada yang menyajikan sebuah makanan diberanda dan ajaibnya para pengunjung seolah-olah dapat merasakan sajian tersebut (termasuk saya), ditambah kata Sambutan yang ramah dan segala macam detail pernak – pernik yang unik. Ok, two Thumbs up, what can I say. Saya harus pergi melanjutkan tamasya fikiran pada halaman-halaman yang lebih logis dan ilmiah, but wait…  Entah bagaimana tiba – tiba saja saya sudah larut dalam wacana – wacana disetiap sudut ruang, cerita-cerita tentang rasa, Continue reading

Perlukah Berdo’a?

                             Do’a mungkin merupakan suatu teori yang secara umum difahami setiap orang. Layaknya setiap udara yang kita hirup, berbagai konsep dan paradigma tentang “Do’a” seolah tercurah pada setiap wadah pemahaman manusia dengan atau tanpa melalui konduksi iman dan dogma – dogma sekalipun. Sebagian yang terkesan faham, menspesifikkan do’a sebagai ritual teknis sesuai kondisi dan waktu – waktu tertentu, sebagian lagi latah dengan konsep universalitas segala nilai dan pada akhirnya berimbas pada lahirnya bermacam – macam slogan jagat raya “The Power of Prayer”, “how to do nothing and still think you’re helping”, “niat,usaha dan do’a”, “prayer! is the best armor agains all trials”,”don’t panic, just pray”…. dan rangkain kata – kata indah lainnya. Lantas apakah do’a yang diyakini begitu istimewa tersebut terbatas pada basa – basi motivasi belaka? Atau justru terlalu istimewa sehingga dianggap sebagai senjata andalan terakhir saat tidak ada lagi pilihan? atau semacam media pengaduan imajiner tanpa batas tanpa norma?

Continue reading

Sekilas Tentang Prinsip

                  Secara bahasa prinsip didefinisikan sebagai panduan atau pedoman dalam hal – hal tertentu. Namun saat membahas prinsip dalam keterkaitannya dengan kehidupan setiap orang akan memiliki pandangan yang berbeda – beda, secara umum prinsip mengenai kehidupan dimaknai  sebagai pedoman berprilaku yang konsisten, suatu aturan dasar secara personal dan hukum yang membatasi esensi seseorang berkaitan dengan pola fikir dan prilaku. Lebih luas lagi bahkan prinsip tak jarang dijadikan patokan secara fundamental martabat dan bagian paling hakiki dari harga diri seseorang. ok sejauh ini terdengar bagus.

Continue reading

Lembaga, Dogma, Dewa masak & Merk Kompor

Simpulan diskusi random [18+] Netralkan  hati, jernihkan fikiran, tepiskan ego, semua kembali hanya padaNYa.

FENOMENA:

Tinjauan Filsafat bertolak dari Titik Timbang: [Jika, dan hanya jika] semakin banyak orang yang tetap mempercayai keberadaan Tuhan dengan (namun) tidak lagi mempercayai keberadaan lembaga agama, maka?
Mari kita urai dengan amburadul ( Logika tetap main ) Let’s Thinking..

Pertama – tama yang menjadi perhatian tentu apa fungsi lembaga agama dan segala kegiatanya dalam kaitanya dengan eksistensi Tuhan? Pihak yang berpikir & mengambilkan keputusan bagi kita? atau agar kita tidak usah capek-capek mikir ataupun bingung saat kita harus mengambil sikap? Atau agar baik pikiran, keputusan maupun sikap kita (dari mereka) yang kita jalankan itu- sesuai dengan kehendak Tuhan menurut mereka maupun berdasar standar mereka? Atau bagaimana?
Continue reading