[ Sci-poem ] Unromantic

Aku mulai lelah memetaforakan bulan dan segala ragam bintang. Nyatanya partikel asa-mu dan asa-ku tak lagi memberi harapan bereaksi secara fusi. Adakah harapan memang begitu korosif?

Agaknya aku terlalu memaksakan diri mengasimilasi setiap kuantum demi dirimu. Berharap semesta bekerja sama menyingkap rahasia hatimu-  Terlambat? Entahlah, Neuron otakku seolah jenuh mengkorespondensikan segalanya.

Suatu postulat bahwa kini kau telah jauh.
Itulah mengapa aku tak mengawali ini dengan basa basi ‘Kau lah matahriku’.
Jelas menyiksa membayangakn kau harus berada 149.669.000 kilometer dari posisiku. Namun emisivitas ini begitu nyata, Saat radiasimu dengan anggun melebur keangkuhanku.

Perlahan Delusi mulai menyusun puzzle – puzzle memori. Sesuatu yang platonis.
Saat kita sempat menghirup udara yang sama namun seakan berada di multiverse yang berbeda. Demi higghs bosson, Egoisme demagnetis itu selalu memuakkan.

Ah, Newton jelas membual tentang hukum aksi -reaksi.
Saat itu wujudmu begitu nyata terpantul oleh spekturm cahaya tepat diretinaku, Sempurna!
Entah apa yang salah dengan Lobus Occipitalku saat memilih membutakan diri.
Menekan setiap gejolak dopamin yang mendesak menyembur keluar.
Mendoktrin maksila, mandibula dan zigomatikus  statis secara konvensional.
Berharap kau ahli  Fisiognomi.

well, aku mungkin terlalu astral untuk tereaksi..

Andai saat itu kau fahami pribadi bipolar ini.
Mungkin akan kau temukan sisi lain dibalik enigma keras kepala yang maha idiot.
Sisi yang begitu memujamu, utuh dan apa adanya.

Aku muak mengatakan ini!

Betapa ku ingin melihat grafik cosinus dibibirmu sekali lagi.
Kembalilah..
Ber-eksitasilah dalam kebekuanku..
Resonansikan kembali instabilitas frekuensi jiwa ini dengan kelembutanmu..
Dan kita pun Kovalen..
***
Untukmu yang selalu tersenyum diantara gugusan bintang
Advertisements

87 responses to “[ Sci-poem ] Unromantic

  1. Ini keren ih mas, pake banget.
    Kalo aku dikasih puisi ini, reaksinya pasti meleleh tapi sambil mikir. 😀 *buka kamus*

  2. untukku kah puisi diatas dibuat?, aku yang selalu tersenyum diantara gugusan bintang #haalaah asmie iki ngayal# *ditimpuki klepon*

    he he he [guyon mas]

    well… tertuju untuk siapapun puisi diatas, adalah seseorang yang sangat beruntung karena radiasinya mampu melelehkan keangkuhanmu, membawamu mampu berotasi dan berevolusi bersama, menuju matahari yang terang tanpa harus terbakar sinarnya, hingga kemudian gravitasi bumi mampu membawanya kembali menapak sahara.

    #lho kok asmie ikut-ikutan berpuisi ya?# wk wk wk -gak nyambung lagi heee.. 😀

  3. Mantap. mimiw ampe melongo bacenye. hehehe. Go ahead. Lebih open lebih okay. Ditambah sedikit bumbu “ungkapan sirni”. Mantap

  4. Anda lumayan kreati, itu pendapat gue. Perpaduan Science dan satra sudah bukan hal asing. Memadukan istilah kata Scientic, dan memang perembangan puisi seperti yang anda tulis cukup lambat, yaaa karena tak semua dapat memahami secara utuh apalagi dengan hiasan aneka bahasa scientist!but its good poem!
    🙂

  5. Pingback: Sunshine Award | Arip Blog

  6. Baiklah, sebagai pecinta puisi, saya akan mengomentari tulisan di atas dengan sungguh-sungguh 😀

    Idenya menarik, membuat puisi dengan penggunaan istilah tata surya, dunia kejiwaan, dan penggabungan istilah lainnya.

    Tapi menurut saya, alangkah baiknya bila istilah yang digunakan dari satu varietas saja. Misalnya dari istilah tata surya, cukup menggunakan istilah yang meliputi istilah dalam ruang lingkup tata surya. Jadi pembaca awam pun tahu, bahwa puisi diatas menggunakan istilah apa saja. Puisi pada postingan diatas pemakaian istilahnya terlalu luas. Tapi sebenarnya terserah pada si penulisnya juga sih

    Pembaca dibuat terlena dengan pemakaian terlalu banyak istilah, sehingga pesannya tidak sepenuhnya sampai hehe. Pembaca awam tahu itu untuk seseorang yang spesial. Tetapi untuk penyuka puisi akan cenderung merasakan energi dalam puisi itu sendiri. Ada beragam emosi yang saya rasakan dalam puisi diatas. Semoga mas baik-baik saja 😀 , atau jangan-jangan puisi ini hanya sebuah tipuan? haha

    Oh ya, pembukaannya menarik, “Aku mulai lelah memetaforakan bulan dan segala ragam bintang.”
    Namun, setelahnya penggunaan istilah-istilah terkesan agak sedikit dipaksakan dan kurang selaras.

    Saya baca puisi mas berkali-kali loh, hehe. Agar bisa benar-benar memberikan komentar tepat sasaran. Namun saya kagum, saya bahkan tak pernah terfikir untuk mencoba puisi dengan penggabungan istilah seperti itu. Mungkin karena saya suka segala sesuatu yang sederhana, namun menyimpan makna mendalam. Saya berikan applause untuk idenya 🙂

    Yah, kepanjangan komentarnya haha. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan, saya berharap komentar saya membantu. Happy blogging 🙂

    • Akhirnya ad yg mmbuat saya hrus mnjelaskan, trims apresiasinya, saya bersemangat 🙂

      Jika kamu jeli, sbnrnya saya mnyelipkan bbrpa baris kata kunci untk memahami sisi ‘Aku’. Pada kalimat pembuka : ‘Lelah bermetafora’ lalu sampiran logis & polos ttg ‘Jika kaulah matahariku maka kita terpisah 149jt km’ dan kunci terakhir adlah pada judul ‘Unromantic’.

      Artinya saya mmg tidak ingin ‘AKU’ terapresiasi sbgai pujangga sastra tp lbih mncitrakan pribadi logis dan kaku yang memaksakan diri mengadaptasi aneka diksi saintifik ala ‘Aku’. Jadi saya mmg ingin mnjadikan ‘Aku’ terlihat konyol dan tidak romatis.

      Tipuan atau bukan, pembaca bebas berspekulasi. Dan saya baik2 aja sampai km mengingatkan ttg puisi ini lagi ^^

        • Sbnrnya krna mmg saya g bisa berpuisi jd nutupin pke istilah2 sains biar ‘heboh’ aja, jujur bgt kan? 😛
          Tp trims bgt masukannya ya, bner2 pecinta puisi nih ^^

          • Hehe

            Mas jago flash fiction, saya puisi. Masing-masing punya kelebihan ya kan? Itu juga saya suka puisi karena sudah terbiasa baca sastra sejak SD. Tapi untuk flash fiction saya angkat tangan 😀 . Serahkan pada ahlinya

            Oh ya, maunya buat novel yang twisted ending. Pasti laku keras. Ayo buat mas hihi, sekalian yang ada thrillernya. Bosan sama novel indonesia yang mewek 😦

Trims for Your Comment..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s