Paradox Combo ( Part II )

Sekedar melanjutkan bahasan bulan lalu Hikmah Sebuah Paradox, bedanya jika pada part I hanya pengembangan teori tunggal verbal logic Epimenides, sekarang saya akan meng-combo tiga teori paradox sekaligus. Jangan khawatir, kali ini saya ga akan bawa – bawa filosofi keTuhanan dan konsep theologi segala macam. Cukup sudah label sesat, sekuler, kafir, plural, murtad yang diberikan oleh pihak yang ( mungkin ) tidak membaca artikel hingga selesai, atau mungkin hanya membaca judul. Salahkah hamba mencari Tuhannya? Semoga kita bukan termasuk golongan makhluk yang penuh prasangka dan saling menghujat. Perihal hati, surga, neraka biarlah Tuhan yang menilai *Malah curcol*

Well, untuk part I sudah terjawab di Untuk Wanita bahwa mustahil manusia mewakili sifat selalu bohong dan /atau selalu jujur, kemudian saat Tuhan diyakini maha kuasa artinya Ia pun mutlak berkuasa untuk mebatasi / mengatur kekuasanNya sendiri. Lantas bagaimana saat Pinokio berkata “Hidungku akan memanjang” lalu hidungnya benar – benar memanjang? Apakah artinya Ia Jujur sekaligus berbohong? Sudahlah pinokio kan dongeng, case closed ๐Ÿ˜› Are you ready for another paradox? Let’s thinking!

Kita mulai dengan Grandfather paradox, yakni paradox yang berlandaskan prinsip sebab_akibat. Kalau yang pernah nonton film Back To The Future, Cyborg She atau pernah baca berita tentang John Titor pasti faham dengan konsep time traveling. Anda percaya? Jika iya, anda akan dihukum oleh paradox ini. Perjalanan lintas waktu adalah omong kosong karena dianggap telah menyelewengkan prinsip kasualitas. Perhatikan kasus berikut :
Adi pergi ke masa lalu untuk membunuh Eyangnya saat masih kecil. Eyangnya pun meninggal sebelum menikahi neneknya. Berarti ayah Adi tidak pernah terlahir dan artinya Adi juga tidak pernah eksis di dunia, tapi Adi nyatanya datang dari masanya dan membunuh Eyangnya. (Tahan dulu paradox Eyang)

Pradox kedua merupakan predestination yang membahas suatu entitas dengan apa adanya (ontological Paradox). Bagi anda yang akhirnya terpengaruh pemaparan paradox sebelumnya dan memilih tidak percaya dengan konsep lintas waktu, siap – siap berfikir kembali karena paradox predestination memebenarkan teori time traveling dengan adanya eksistensi konsep lubang hitam. Kita tidak punya kemampuan untuk merubah sejarahโ€”melainkan mengikuti jalan yang sudah ditentukan. Apapun yang sudah terjadi memang seharusnya terjadi. Lalu apa kaitannya dengan kebenaran perjalanan lintas waktu? Seseorang yang melakukan perjalanan waktu pastilah karena seseorang yang sama di waktu yang lebih maju pernah melakukan perjalanan waktu dan seseorang yang sama di waktu lebih lampau juga akan melakukan perjalanan waktu. Jika seseorang pergi ke masa lalu dan melakukan hal tertentu, maka dia hanya mengisi sejarahnya karena dirinya di masa depan juga pergi ke masa lalu dan melakukan hal yang sama sehingga sejarah tidak pernah berubah. Ini disebut Novikov self-consistency principle.

Perhatikan : Meskipun Adi pergi ke masa lalu dan berupaya membunuh Eyangnya, usahanya pasti akan selalu gagal karena sejarah mencatat Eyang akan bertahan hidup dan memiliki anak yang merupakan ayah dari Adi sendiri. Tentunya Eyang yang berasal dari masa yang sama pasti juga pernah menjadi korban percobaan pembunuhan di masa lalu (dan pelakunya tak lain Adi dari masa depan). Adi bisa pergi ke masa lalu karena di masa depan dirinya juga pergi ke masa laluโ€”untuk berupaya membunuh Eyangnya dan tentunya gagal lagi ( hayo lo ).

Paradox kedua mulai terlihat masuk akal? Sabar dan Perhatikan : Anda tidak mungkin menemui diri Anda di masa lalu jika di masa lalu Anda tidak pernah menemui diri Anda dari masa depan ( infinity ). Pada suatu hari Jimi menemukan dokumen cara membuat mesin waktu. Jimi pun berhasil membuatnya lalu mengirimkan dokumen mesin waktunya ke masa lalu agar ditemukan kembali. Akhirnya data mengenai mesin waktu itu ditemukan kembali oleh jimi di masa lalu. Sejarah pun terbentuk, tapi kapankah awal mulanya ditemukan mesin waktu tersebut? mulai stress? Tenang, kita masih punya paradox terakhir.

Paradox terakhir adalah tentang kucing Schrodinger. Mari berexperimen fikiran. Jika seekor kucing dimasukkan ke dalam kotak tertutup bersama sebotol racun dan singel radioactive atom yang punya kemungkinan 50% untuk hancur dan memicu botol menyebabkan kucing meninggal, apakah kucing akhirnya dianggap hidup sekaligus mati? Keadaan ini disebut superposisi, tetapi, apakah mungkin kucing berada dalam keadaan seperti itu, karena ketika kotak dibuka kucing hanya akan hidup saja atau mati saja ( Sekarat tentu dianggap hidup).

Kondisi superposisi kucing tersebut mungkin menjawab keparadox-an antar paradox sebelumnya. ini disebut Many World Interpretation (MWI), atau interpretasi semesta jamak. Teori ini menyatakan bahwa terdapat banyak semesta kuantum yang eksis di jagat raya ini. ย Semesta kuantum sendiri merupakan semesta yang memiliki ruang-waktu yang berbeda dari semesta kuantum lainnya. Jadi menurut MWI, semesta-semesta kuantum tempat peristiwa berlangsung menghadapi banyak kemungkinan masa depan, yang dapat digambarkan bercabang-cabang dan tidak saling menganggu.

Saat suatu peristiwa โ€œsaya ingin posting artikelโ€ maka semesta akan membentuk probabilitas cabang-cabang kuantum yaitu : saya memposting dan saya tidak jadi posting. Kemungkinan saya tidak jadi posting bercabang lagi, saya tidak jadi posting karena malas, koneksi buruk, ada kerjaan lain dsbg. Dan pada akhirnya artikel ini terbit artinya itu merupakan perwujudan dari salah satu semesta kuantum yng terjadi pada konsep awal ” saya ingin posting”.

Faham Many-Worlds Interpretation terkesan membenarkan teori ontological paradox dengan konsep semesta jamaknya, namun tetap meragukan kemungkinan terjadinya Time Traveling karena setiap semesta kuantum tidak dapat saling memasuki dimensi satu sama lain, karena jika demikian akan bertentangan dengan konsep free will pada manusia ( kecuali John Titor benar ). Mana yang masuk akal bagi anda? Apakah kita yang menentukan sejarah atau sejarah yang menentukan hidup kita? Think again

image

Advertisements

59 responses to “Paradox Combo ( Part II )

  1. *baca sampe kening keriting*
    jadi kalo contoh simplenya:
    grandfather paradox itu di film star trek 2009 dimana si romulan datang dari masa depan membunuh bapaknya james kirk, padahal spock dari masa depan cerita sama kirk masa kini kalo di masa depan bapaknya kirk masih hidup.
    yang kedua di harry potter 3 yang hermione punya jam pasir tapi dilarang mengubah apapun di masa lalu, dan harry merasa melihat bapaknya padahal itu dia sendiri dari masa depan.
    yang ketiga, mirip alice cullen di twilight saga yang bilang kalo masa depan seseorang selalu berubah2 sesuai keputusan yang diambil.

    *lalu pusing sendiri*
    kalo yang MWI itu ga ada tentang time travellingnya?

    • rambut kali kriting ^^.
      trims referensinya, 6thsense Alice sbnrnya mndukng konsep MWI jg, saat memutuskan sesuatu artinya kita jg telah mengeliminasi semesta kuantum lain diluar kputusan trsbut.

      justru MWI berusaha menengahi kakek dan predestination, tpi malah tmbul paradox baru. semesta mmg jamak tp tak saling bersinggungan jadi time traveling itu mustahil, tp mungkin saja ๐Ÿ˜›

      • eh iya, maksudnya yang kedua=predestination, yang ketiga=MWI, tadi males nulisnya hehehe…
        pernah denger lagi teori kalo kita melakukan perjalanan ke suatu tempat sangat cepat sehingga kita sampai lebih awal dari yang biasanya, kita telah melakukan time travelling, karena kita akan mengalami kejadian di masa lampau (dalam hal ini karena seharusnya kita nggak ada disitu sampai beberapa waktu ke depan). dan kayaknya ini nggak nyambung. hahaha
        ๐Ÿ˜†

        • ia bner kaya paradox zeno, semua hal itu kontinu, cntohnya klo pernah denger kelinci lomba lari sm kura2 ^^
          dsni kawasn bebas OOT (paradox bebas-terbebas) artinya boleh oot atau tidak bolehh OOT?
          sama dgn anti air itu maksudnya tahan air atau g boleh kena air? (makin oot)

  2. Mungkin teori paradoks yang ketiga itu mirip ama teorinya Stepehen Hawking ya? yg mengemukakan fisika quantum? hehe
    John Titor ini kan sampe sekarang juga ga diketahui ke-orisinil-an ceritanya. Hehe
    Konsep paradoks ini bagi saya sebenarnya hanyalah perputaran ide awal saja,
    Nice article ๐Ÿ˜€

  3. beeraat.. membacanya membuat kedua alis menyatu ;(

    tapi keereen pouuol..

    yang pasti kita yang menentukan sejarah, terserah mau paradox ytang mana.

    contoh pilm : Time’s Travelling Wife [highly recommended deh..] ๐Ÿ˜€

  4. waw keren. tambah ilmu baru. saya membayangkan yang terakhir itu seperti melempar bibit lalu berkembang dan bercabang kemana2. ketika suatu pekerjaan diniatin, lahir kemungkinan beragam. begitu mungkin simpelnya ya? mohon pencerahan kalo keliru hehe. but anyway I love it.

  5. Saya dulu pernah baca, misalkan time machine berhasil dibuat pada tahun 2050 misalnya, maka ia hanya akan bisa digunakan setelah tahun itu, setelah mesin tersebut diciptakan. Dalam artian, seorang time traveler pada tahun 2100 gak bisa kembali ke tahun sebelum time machine itu ada, jika ia menggunakan mesin itu (sebelum 2050). Lupa namanya teori apa, baca sepintas di perpus kampus. Tapi saya kira, time travelling yang paling logis saat ini adalah konsep wormhole yang diutarakan Einstein dan Nathan Rosen, walaupun masih jauh dari kenyataan dan cuman eksis secara teoritis. Mungkin cuman fiksi malahan, kayak di film Stargate S1. Walaupun Einstein cukup logis, tapi saya cenderung skeptis, juga tentang John Titor dan sejenisnya, saya makin skeptis. Seperti yang Hawking bilang, jika time machine berhasil dibuat di masa depan, kenapa gak ada bukti valid keberadaan time traveler dari masa depan di jaman kita sekarang? Apa mereka nyasar ke multiverse lain? Toh ujung wormhole juga belum ada buktinya, belum tentu nyampe ke whitehole, kan?

    • welcome back bung ^^
      coba2 kluar nalar aj krena faktanya blum ada teori independent yg mnytakan ktidakmungkinannya. malah relativitas om Eins. mnytakan timetravelng (future) sudah trjadi wlaupun dlm skala nano second (kcepatan jet).
      klo wormhole yg dmksud ttg lengkungan dimensi ruang waktu akibat gravitasi ekstrim mngkn masa lalu pun akhrnya bs dijangkau.
      tp saat sampai entah utuh sbgai manusia atau ga itu saya g brani spekulasi

  6. wah menarik sekali. ๐Ÿ˜€ Hmm.. Saya kuliah di fisika, tapi untuk urusan kuantum pasti angkat tangan. Mengenai mesin waktu ini, saya berpikir bahwa yang masuk akal ya itu tadi, bahwa ada segala kemungkinan (yang contoh posting itu).
    Menurut saya sih tidak memasuki dimensi yang lain, dalam artian ketika selesai saya menulis post kemudian saya klik rewind (halah). Saya kan masuk di dimensi dimana percabangan antara saya tidak jadi menulis dan jadi menulis belum terbentuk. Iya gag sih?

    • ( Katanya sih ) tak terlihatnya superposisi dunia makro krna [salinan] diri kita di tiap cabang hanya bisa menjangkau apa yang berada di cabang masing-masing. tak ada simpang, masing2 independen pada jalurnya.
      MWI ini msh kontroversi sih scara fisika tapi msh diprtimbangkan di ranah filsafat sains, mlah nyrempet2 teologi. CMIIW ^^

      • nah iya, karena waktu kan juga salah satu dimensi. maksud saya, kan salinan dari kita belum terbentuk saat kita kembali sebelum percabangan, gitu sih kira2. Saya juga gag paham.
        Teologi itu apa sih? macam tauhid gitu ya? hehe #guglingdulu

        • bisa. selama multi-dimensi tdak dilogikakan sbg alur maju mundur ( Aโ†”B ) tapi A โ†’ B โ†’ A dst

          om Aristoteles menyejajarkan teologi dgn metafisika, mengkaji sisi ke-Ilahian scara logis, tp ada jg yg mengartikan sbg ilmu ngada ngada yg menyesatkan. terserah aja mo mengartikan gimana, bebas ^^

  7. Suatu hari 9gag-walking dan menemukan Conspiracy Keanu berkata: “Bagaimana jika tidak ada perjalanan waktu karena masa manusia sudah berakhir sebelum kalkulasi dan sarananya disempurnakan?”.
    Lalu saya berlama-lama ketakutan. Hahaha.

      • Bisa jadi.
        Pernah nonton FAQ About Time Travelling?
        Ada teori menarik bahwa instead of creating Paradoks, kita semata menciptakan kenyataan pararel apabila melakukan perubahan saat berkunjung ke masa lampau.
        Misal, Paradoks eyang. Di suatu kenyataan pararel, si cucu lahir dan hidup. Di kenyataan pararel lain dimana si eyang meninggal, si cucu tidak ada. Kenapa si cucu bisa datang dan membunuh? Karena dia berasal dari kenyataan pararel yang berbeda, sehingga tetap saja dia tidak bisa mengubah sejarahnya, melainkan semata menciptakan kenyataan pararel yang lain aja.
        *lho jadi keenakan komen sampe panjang begini*

        • Nah, ini masuk ke MWI kan?
          Sesungguhnya memang menyangkut Teologi krn saya pikir, pemanfaatan pararelitas, dimensi ruang, dimensi waktu, ini ada kaitannya dgn cara kerja Tuhan dan jargon “selalu di sisi manusia dimana pun kapan pun.” #merinding

          • Ah, to much unsur komedi sulit fokus ke sciencenya ๐Ÿ˜›
            teori superposisi pada MWI trnyata menolak teori simpang paralel yg artinya objek pd setiap multiverse independen pada jalur dimensi masing masing, jika pun [ ada ] cucu yg ingin membunuh kakeknya di masa lalu tntunya g akan berhasil krna khidupan kkeknya mmpngruhi eksistensinya dmasa depan. di satu sisi multiverse kakek mgalami prcobaan pmbunuhan smntra pd multiverse lain kakek [ mungkin ] mencari cucunya yang pergi ke masa lalu.
            Klop jika [ memakskan ] dikaitkan dgn teologi : Bagaimana Tuhan menilai sang cucu dalam dua kemungkinan? yang melakukan pembunuhan dgn yg tidak mlakukannya.
            Lalu dua kemungkinan si kakek, yang meninggal [ misalnya waktu kecil ] dgn kakek yang hidup hingga memiliki cucu

            • *minum panadโ€ขl*
              Betul, persimpangan multiverse memang bikin pusing ya, apakah realitas yg berbeda menciptakan dua jiwa yg hrs dihakimi secara berbeda?

              Khayalan romantis saya soal time travellingnya Tuhan adalah begini:
              Dia mendampingi saya sejak lahir hingga saya mati, lalu kembali ke masa yg lain, mendampingi orang lain. Dengan demikian, Tuhan selalu ada di sisi setiap manusia sebagai suatu kesatuan, bukan replika. Entah lah. Rasanya juga tidak mungkin cara kerja Tuhan semudah itu.
              Tapi semakin saya banyak bertanya-tanya, makin dekat kan saya dengan kebenaran Tuhan walau hanya sepersekian nanometer (atau apalah satuan yg lebih kecil lagi).

              Makasih sudah membiarkan saya nyampah, mas :’)

              • wah toeri baru, ‘so sweet’ jg spekulasinya ^^
                Anywy, teori [ absurd ] berikut cukup fair buat saya, namanya ‘Domino Tuhan’ : Andaikan [pun] pada akhirnya teori multiverse terbukti benar dan menjadi pilar independen bagi ranah sains demi mematenkan eksistensi dalam berkehendak bebas, kita dan sluruh fenomena alam semesta hanyalah rangkaian domino bagi Tuhan [ dari yg saya yakini ] Dia yang tau awal dan akhir. SentuhanNya pada domino pertama sebagai causa prima telah terjadi dan dinamika hidup kita termasuk ‘basa basi’ free will yang kita yakini hanyalah rentetan kecil dari domino yang Ia susun. Dan yg menyebalkan adalah bahwa itu tidak trlihat sbgai bentuk intervensi dari sudut pandang kita. [ Ibarat batu yang dilemparkan dan tidak memiliki pilihan untuk tidak jatuh kebawah ]

                Trims juga sdh menemani saya bersenda gurau dgn Tuhan. Tetap jd apa adanya aja, kita ini apalah mau jaim2an sama yg Maha Kuasa, semua milikiNya, biarkan Dia melakukan semauNya

                • Ahahaa ini dulu pernah aku bahas sama temen kuliah, dulu analoginya adalah jalanan. Katakanlah kita lagi nyetir, the road is endless, gak ada peta, no other person, dan kita juga gak bener-bener tau mau kemana. Ketemu lah papan Bandung (kanan) dan Cileunyi (kiri), asumsikan kita gak tau Bandung dan Cileunyi ini daerah macam apa, tapi si pembuat jalan sudah pasti tahu dan kota itu udah ada disana biarpun kita gak familiar. Ini sama ky pembuatan keputusan. Mau pilih A atau B pun, hasil akhirnya sudah ditulis, dan sesungguhnya gak ada yg salah. Kayak kata omongan guru Fisika pd umumnya, “saya gak peduli hasil hitungan akhirnya, saya cuma mau liat cara kamu nyelesain soal ini.”

                  Ahahaha, hidup cogito ergo sum. Nanti saya sampahi post-post lainnya ya, mas.

              • Soal guru fisika dan sistematika pnyelesaian soal udah lama pngen dibahas sih tp sensitif bgt ni, tkut byk yg salah faham.

                Hidup manusia Hidup Causa Prima ^^

Trims for Your Comment..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s