The Last Prompt #8 K.E.N.D.I

kendiiiiiiArka tersandar diruangannya. Misteri tewasnya Mr. Momo, owner perusahaan kendi di Pantai Cilincing dua hari yang lalu terasa begitu membebaninya. Bermacam spekulasi membayangi fikirannya. Bukan hanya tentang metode pembunuhan, tapi juga tentang pesan terakhir yang ditinggalkan korban di pasir pantai. Sebuah kata sederhana yang ia coba uraikan menjadi fakta, Kendi.

“Kendi, kendi.. ah sial!” Arka begitu kesal hingga tak menyadari kalau seorang wanita sejak tadi telah duduk disampingnya. Mazhea, gadis jelita yang menjadi asisten sekaligus teman baiknya. Tepatnya satu – satunya teman baiknya.

“Itu natural kok. Mr. Momo udah nganggep kendi kaya anak sendiri. Cobalah untuk tidur”
“I know, tapi sebegitu berharganya kah, hingga di akhir hidupnya pun isi kepalanya hanya kendi? Pasti ada sesuatu Zee. Kamu tidurlah duluan”
“Hadu.. kamu tu terlalu banyak makan bukunya Sir Arthur Conan Doyle. Inget, ini Indonesia”
Arka tercekat. Mungkinkah ia memang terlalu memperumit keadaan.
“Ya udah. Nih, aku udah himpun data relasi pihak – pihak yang mungkin terlibat”Β  Mazhea menyerahkan sebuah dokumen pada Arka, lalu beranjak keluar dari ruangan.

“Good Nite, Ka”
“Trims Zee”

Arka memutuskan untuk membacanya segera. Seperti biasa Zee selalu detail dan teliti. Beberapa nama tertulis lengkap beserta dengan keterangan. Erlangga, Pelanggan setia korban, merasa tertipu karena kualitas yang semakin menurun. Ghalin, Mantan sekretaris korban, dipecat karena dituduh terlibat Money Laundry. Rendi, Anak sulung korban, tidak menyukai usaha ayahnya. Alfie, pengusaha saingan korban yang kemudian bangkrut. Mereka semua hadir dalam perayaan ulang tahun ke-12 PerusahaanΒ  korban, 1 April di Pantai Cilincing, Tempat kejadian perkara.
Arka terdiam sejenak lalu tersenyum. Ia mengirim SMS pada Mazhea

‘Hubungi istri korban dan tanyakan apapun berkaitan dengan persiapan keberangkatan mereka ke Cilincing kemarin. Besok kita adakan pertemuan dgn orang orang ini. Lanjut aja tidurnya, trims Zee’

***

Balai pertemuan Castil Cafe tampak dihadiri beberapa orang, Erlangga, Ghalin, Rendi, Alfie dan tentunya Arka sendiri.
“Well, Nyonya Ghalin, Anda beberapa kali menolak untuk turut hadir, tapi korban terus memaksa” Ghalin mengangguk.
“Erlangga, korban sudah mengganti rugi semua produk yang cacat”
“Benar, diantara kami tidak ada lagi dendam”
“Pak Alfie, Anda bahkan tidak keluar dari hotel. Kabarnya anda phobia laut”
“Ya, aku sempat hampir tenggelam 2 tahun lalu”
“Baik, saya rasa semua sudah jelas”
Rendi sontak berdiri dan berteriak “Apa maksudmu? Kau menuduhku?”

Arka hanya tersenyum. Tiba – tiba Mazhea hadir bersama sesosok wanita paruh baya, Ibunya Rendi. Mazhea mulai bicara.
“Nyonya Momo sudah cerita semua. Rendi, Acara di pantai adalah ide anda, lalu anda memaksa korban menemani anda berenang di pantai, sedangkan anda tau Ayah anda tidak bisa berenang”

Belum sempat Rendi menjawab, Arka mulai memaparkan analisanya.
“Korban sempat menuliskan kata Kendi di pasir. Awalnya saya berfikir jauh tentang makna dibalik kata itu, tapi orang yang menjemput ajal tentu tidak berfikir untuk membuat sandi kan?”
Arka melangkah perlahan ke arah Mazhea lalu menepuk bahu gadis itu sambil tersenyum.
“kamu benar, ini Indonesia”
Semua terdiam lalu Arka menuliskan sesuatu di pasir, RENDI, kemudian ia menumpahkan sedikit teh hangat dari gelasnya diatas tulisan tersebut.
“Beginilah ombak bekerja”
Kata RENDI akhirnya samar – samar terlihat seperti KENDI dan Rendi pun menangis sejadi – jadinya. “Ayah pantas mati. Ia lebih mementingkan kendi daripada aku, anaknya sendiri”

image

Advertisements

66 responses to “The Last Prompt #8 K.E.N.D.I

  1. Wow, Joz… Ini luar biasa.
    Sebuah kisah fiktif yang coba dirangkai dengan logis.
    Serasa baca Sherlock Holmes beraksi hehehe… πŸ˜€

    *mengabaikan beberapa tanya*

  2. hmm… bagus bagus, saking sygnya sama kendi si bapak ngasih nama anaknya hanya di plesetin satu huruf y *hihihi*

    jd inget jaman sekolah waktu suka baca yang beginian hihihi..

  3. Ach, terhibur dengan cerita detektif ini, meskipun sebentar dan kurang detail, tapi…seperti inilah FF. Padat, dan memberi kejutan di akhir. Aku belum bisa buat yang seperti ini. hopely can learning. Salam kenal.

  4. Bikin cerpen aja mas.. Bagus loh idenya dan endingnya itu. Gak gampang bikin cerita detektif. Emang gaya arka tuh sir conan dan conan edogawa bangeet deh hehehe
    Suka nonton csi gak? *lospokus* hehehhe

    • mmg ckup maniak dgn 2 tokoh itu. pake char cwek Mazhe biar ga terkesan watson (tp holmes elementary watsonnya cewe -_-)
      jrg2 nih mbak2 suka fiksi deduksi analitis. Csi miami? abolutely yup ^^

  5. setuju sama mak carra.
    menurutku ini masih banyak “godaann”nya kalo buat ff, terlalu panjang dan maksa banget. lebih cocok dikembangin lagi untuk dijadikan sebuah cerpen. bisa detil dan rumitnya ga akan muncul.
    nice idea, mas joz πŸ™‚

      • yang pretty old holmes belum pernah nonton. sejauh ini paling suka sama yang versi BBC. benedict pantes banget. nunggu2 season 3 nya bikin penasaran heheheh *ini malah jadi OOT yak hahaha*

        • yo, geek,maniak kasus,deduksi tajem,BBC sukses mngdptasi holms versi modern. tp pcinta novel uda terikat sm style parlente & pokerfacenya, analisa kimia,geologi,botani. cek study in scarlet jerremy brett *ikutan oot ^^

Trims for Your Comment..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s