My Corner (Untuk Wanita)

Berawal dari seorang sahabat blogger yang menyarankan saya untuk melakukan ritual wajib para blogger yaitu blogwalking, hitung-hitung nambah friendlist dan menimba ilmu dari blogger uzur.. eh maksudnya senior. And then, fakta statistik menunjukkan ternyata saya lebih sering terdampar di Kamar-kamarnya para wanita. Ya, memang layaknya sebuah kamar, Layout yang fresh, gradasi warna yang soft, Tata widget yang rapi, Header-header yang kreatif  *Entah apa istilah selain kreatif bagi mereka yang mengubah kotak komentar menjadi “Cuapz-cuapz”, Buku Tamu jadi “Pangkalan Ojek” bahkan ada yang menyajikan sebuah makanan diberanda dan ajaibnya para pengunjung seolah-olah dapat merasakan sajian tersebut (termasuk saya), ditambah kata Sambutan yang ramah dan segala macam detail pernak – pernik yang unik. Ok, two Thumbs up, what can I say. Saya harus pergi melanjutkan tamasya fikiran pada halaman-halaman yang lebih logis dan ilmiah, but wait…  Entah bagaimana tiba – tiba saja saya sudah larut dalam wacana – wacana disetiap sudut ruang, cerita-cerita tentang rasa, fiksi, fantasi, perjalanan jiwa, kisah-kisah sederhana sarat romansa. Sangat humanis. Bagaimana sesuatu yang apa adanya bisa begitu menghanyutkan, seakan menekan logika dititik mati rasa. Dasar Wanita..
Jadi saya terfikir untuk mengungkap tentang wanita dengan segala sisi kewanitaannya yang sangat absurd ( dan menakjubkan di sisi lainnya ).

****

“Mama tidak bayangkan ada orang yang selalu bohong atau selalu jujur semasa hidupnya”
————–Hening————–
Begitulah celetukan spontan (tapi menampar) dari seorang Ibu saat mendengar suami dan anaknya dengan antusias membahas tentang paradox ( Saat seseorang berkata ‘Saya Selalu Berbohong’ itu adalah paradox, karena jika ia benar, berarti ia salah ). Seharusnya ini menjadi permainan yang menarik bagi pria tapi suasana mendadak rusak, dan sang ayah yang tanpa pilihan akhirnya  menggunakan jurus pura – pura tidak dengar. Come on mom, ikutlah aturan main.
Begitulah wanita, dengan sensor intuisinya kadang berhasil menerjemahkan suatu rasionaliatas yang bahkan sering diabaikan oleh egoisme pemikiran. Ia bukan karakter yang terbiasa dilingkupi keteraturan, tapi bergerak dinamis didalam dan diluar  garis aturan tersebut, mengakomodasi kemungkinan – kemungkinan yang terjadi. Bernalar sepertinya bukan sesuatu yang menjadi fokus mereka walaupun itu suatu keharusan dalam memainkan peran logika sebagai studi yang rasional, serta dalam proses pengambilan keputusan yang bersifat objektif, logis dan teranalisa. Jadi sebenarnya apakah segala sesuatu tidak layak menjadi objektif, logis dan teranalisa? mungkin memang layak, tapi akan selalu ada alasan yang menjadikannya tidak harus begitu.

Cerita lama dari Ayah :
Disuatu perguruan “Kebenaran” hidup seorang Guru Besar dan seorang murid lelaki terbaiknya. Sang Guru dikenal sebagai seorang yang sangat Jujur, Berwawasan Luas dan Bijaksana. Ajaran utamanya ialah bahwa Inti dari kehidupan yang bahagia adalah setia pada kebenaran  dan kebaikan. Ajaran ini yang dipegang teguh oleh muridnya hingga ia menjadi murid yang pandai dan selalu bertindak atas dasar kebenaran. Suatu hari ia pergi mengunjungi Ibunya didesa dan ditengah perjalanan ia tidak sengaja mendengar percakapan dua orang pemuda.

“Tahukah kau Bumi yang kita injak ini sebenarnya datar”
“Mengapa kau berfikir begitu, guruku bilang bumi ini bulat”
“Bagaimana mungkin bumi ini bulat sedangkan kita bisa berdiri dan tidak terjatuh, hahaha”
“wah benar juga ya, guru yang bodoh”

Sang murid merasa kesal, ia mencegat 2 pemuda itu dan memotong pembicaraan “Sesungguhnya bumi memang bulat dan ia selalu mengelilingi matahari” mendengar perkataan sang murid, kedua pemuda itu tertawa semakin keras “kau ini bukankah murid perguruan “kebenaran”? tanyakan saja pada gurumu jika ia membenarkan perkataanmu, kau boleh memotong telingaku, jika tidak, kau harus berhenti menjadi muridnya, bagaimana?hahaha…” Sang murid menjawab “Baiklah” Ia akhirnya kembali kepada gurunya. Ia merasa yakin gurunya akan sependapat dengannya dan ia pun menceritakan kisahnya diperjalanan tadi pada gurunya. Tanpa diduga gurunya menjawab “Aku mungkin tahu jawaban yang benar tapi kembalilah pada Ibumu karena ia tahu jawaban yang tepat” Dengan kecewa dan bingung sang murid pergi kembali kedesa dan menceritakan semuanya kepada ibunya dihadapan kedua pemuda itu. Ia yakin akan memenangkan taruhan karena Ibunya pasti tau jawabannya, Ia pun bersiap menghunus pedang. Sambil menangis sang Ibu berkata   “Kau salah nak, Mereka yang benar”..
Menangkap sesuatu??
Nurani sang Ibu yang mampu mengorbankan nilai – nilai realitas demi menghindarkan anaknya dari keburukan dan ketidakbijaksanaan. Sekali lagi intuisi mengungguli logika (oh no!!)

“How about my mom, dadd?”
“Pada dasarnya logika selalu bisa ditundukkan, Klise sekali”
“???”
“Falling In love is like jumping off a realy tall building, kid, Otak pasti bilang “NO, Cari mati”…Kemudian tiba – tiba Ibumu datang dan bilang “You can fly”
“zzzz”

 

Selamat Hari Wanita Sedunia…

Advertisements

37 responses to “My Corner (Untuk Wanita)

  1. Terima kasih untuk ucapan Hari Wanita nya dan postingan -tetang wanita- yang begitu menarik, cerdas, berwawasan dan #hmmm.. banyak lainnya#
    If I may … would you let me to know you even better..? starts with “Who are you?”

  2. Maaf kakanya baru mampir 🙂

    Selamat hari wanita internasional *telat*, hehe
    Intinya adalah kata2/ ucapan dari wanita itu spesial. Terkadang mampu mengalahkan logika karena suka maen feeling2an –“. Gitu bukan ya kakanya ? hehe

  3. ah, saya suka dengan petikan kisah sang murid dan Ibunya itu.
    Sang guru dengan bijak sengaja ga menjawab dengan Ya dan Tidak, sang Guru tahu kalau Ibunya bisa memberikan jawaban yang tepat. Akhirnya ga ada korban sama sekali, baik dari murid maupun dua orang itu.
    Nice 🙂

  4. iiihh nakal, suka main di kamar cewek2.. hahahaa 😀 well, sy malah lbh suka masuk ‘kamar’ cowok, krna postingannya yg kdg nyeleneh dan kocak, kesannya ‘cuek’ tp ‘berisi’ ^^” well, salam kenal yah, diriku mungkin sudah hiatus dr dunia blog sjk bbr[ thn trkhr ini, tp jd smngt lg gr2 bc blog ini, nice blog >_< keep blogging yah 😀

  5. Kayanya dulu saya sudah mampir dan komen deh. Ternyata nggak ada.. 😀

    Suka bagian yang ini:
    Nurani sang Ibu yang mampu mengorbankan nilai – nilai realitas demi menghindarkan anaknya dari keburukan dan ketidakbijaksanaan

  6. bagus tulisannya,,,,gra2 “tersesat” ya 😀
    tp jdi banyak terinspirasi hehehehehe klo dilihat2 jd bahas wanita mulu neh :p
    salam kenal n sukses slalu ^_~

  7. Pingback: Combo Contradictive ( Paradox Part II ) | Let's Thinking...

Trims for Your Comment..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s