[Bassist] Think Like a Drummer

Dalam menentukan harmoni dan komposisi dasar suatu musik, Gitar dan piano memang cendrung dianggap sebagai komponen utama dan terpenting. Tapi saat membahas musik dalam format group / band jangan pernah sepelekan peran “The Captain” yaitu seorang bassist dan drummer sebagai “The Guide”, karena jiwa dari band sebenarnya lahir dari kolaborasi kedua instrumen ini. Memang tidak selamanya demikian mengingat adanya berbagai macam genre yang tidak selalu terfokus pada groove seperti melodic, metalcore, screamo, death metal dsbg (Kurang faham, saya menghargai eksistensinya walaupun kurang bisa menikmati) tapi pada dasarnya akan ada bagian dimana kombinasi antara bass & drum dikedepankan. Bahkan jika melihat perkembangan musik saat ini, para drummer dan bassist akhirnya mulai independent dan semakin disorot ( thanks to Paman Jaco, Wooten, kak Barry, Om Indro, Arya & Incredible Echa Sumantri ).

Saya akan membahas fungsi dan peranan Beat dari kacamata seorang bassist. Kita mungkin sering mendengar kritikan terhadap sebuah lagu/instrumen seperti “lagunya ga asik”, “Suara vokalisnya fals” atau “lead gitarnya kurang greget”, lalu kita justru melupakan unsur drum & bass yang seringkali menjadi esensi warna suatu musik dan secara penuh melingkupi keseluruhan bagan dari sebuah instrumen. “Guitar is for the head, drums are for the chest, but bass gets you in the groin— Suzi Quatro. Mengapa relationship antara bass dan drum begitu penting? karena sebuah beat dan groove dilahirkan dari perpaduan keduanya.  Saat saya bermain bass, drummer adalah sahabat sejati saya dan menurut saya komposisi beat & groove yang baik hanya dapat tercipta jika  bassist dan drummer saling mengerti jalan fikiran masing – masing ( saat bermusik ), bagaimana itu bisa terjadi?

  1. Tepiskan Ego. Basic genre yang berbeda bukan halangan untuk menciptakan beat yang baik jika saling mencermati dan menyesuaikan gaya permainan masing – masing.
    Cek : walking Reggae nya Tony Kanal dan funk ska Adrian yang melahirkan masterpiece “Don’t Speak” ,
    Blues style Steve Gadd berpadu dengan Smooth  jazz Nathan East untuk meremake “Layla” Eric Clapton,
    “New Night Rhytme” Lee Rittenour feat Eric Marienthal yang memadankan RnB Cozzin dan Jazz kontemporer.
  2. Chemistry. Style musik yang sama, Jam terbang bersama bahkan persahabatan yang biasa terjadi antara bassist dan drummer memang cendrung membentuk chemistry yang bagus (saya jamin itu :))
    Cek Crazy acidnya Dirty Loops, No Comment!
  3. Biasakan Bertukar Posisi. Berdasarkan pengalaman pribadi, belajar bermain drum sedikit banyak berpengaruh pada kematangan permainan bass kita, paling tidak menuntun kita untuk bisa  “Think like a drummer” (konsep om stu hamm).. Think about that..

Advertisements

19 responses to “[Bassist] Think Like a Drummer

  1. Alat musik yagn paling ku sukai memang Bass, apalagi kalo pas lagu diputerin Bassnya bervariasi.. 🙂
    pengen jadi bassist tapi belum kesampaian 😀

  2. Saat sekolah dulu saya main drum.
    Sering banget saat ngejam bareng, kawan saya yang main bass ngomel ke saya kalau tempo kami ga harmonis.
    Saya tahu banget hal itu. 😀

  3. Nice posting…
    Yg paling kentara banget kalo kita mnghayati permainannya Ringo Starr and Paul Mc Cartney. Bass selalu menuntun ke ritme2 yg akan dilahirkan, drum menjaga gawang permainan tempo agar selalu pas temponya. Rock n roll dan Boogie Woogie adl contoh jelas dari irama yg mengedepankan dua unsur instrumen ini. Menjadi semacam “backing track” yang memberi kesempatan instrumen lain utk menampilkan diri shg jadi harmoni yg menarik dan indah..

Trims for Your Comment..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s