Sekilas Tentang Prinsip

                  Secara bahasa prinsip didefinisikan sebagai panduan atau pedoman dalam hal – hal tertentu. Namun saat membahas prinsip dalam keterkaitannya dengan kehidupan setiap orang akan memiliki pandangan yang berbeda – beda, secara umum prinsip mengenai kehidupan dimaknai  sebagai pedoman berprilaku yang konsisten, suatu aturan dasar secara personal dan hukum yang membatasi esensi seseorang berkaitan dengan pola fikir dan prilaku. Lebih luas lagi bahkan prinsip tak jarang dijadikan patokan secara fundamental martabat dan bagian paling hakiki dari harga diri seseorang. ok sejauh ini terdengar bagus.

                      Lalu apa esensi dari prinsip? bagaimana implikasi prinsip dalam kehidupan yang sesungguhnya? Sebuah prinsip memang suatu gagasan personal. Setiap orang berhak mengembangkan wacana prinsipnya masing- masing karena sejatinya substansi suatu prinsip berlaku bagi penggagasnya sendiri. Namun berdasarkan pengamatan saya, sebuah prinsip cendrung didasari oleh suatu visi yang berorientasi secara positif atau sebuah idealisme tertentu, serumit apapun itu, contoh;
“seseorang mempunyai prinsip untuk menjalani hidup sebagai vegetarian, tidak memakan daging karena ia mempunyai visi makhluk hidup tidak boleh saling menyakiti”atau sebuah pernyataan “saya tidak akan meminta bantuan selama bisa melakukannya sendiri” pemikiran yang rumit dan mungkin bagi sebagian orang tidak terlintas sama sekali, tapi satu hal yang kita sadari, gagasan tersebut entah personal atau termindset dari luar diri, bersumber dari nilai positif dari sebuah visi.

                 Lalu bagaimana dengan sebuah prinsip yang didasari faham tertentu, suatu gagasan independen suatu mayoritas maupun minoritas? tentunya selama tidak terlepas dari poin pertama, visi yang berorientasi positif, bisa disebut prinsip,seabstrak apapun itu, contoh;

“seorang muslim tidak boleh memutuskan tali silaturahmi lebih dari 3 hari demi menjaga ukhuwah”
“seorang rahib yang meninggalkan materi duniawi demi mengabdi kepada Tuhan”
“seseorang yang tidak menikah sebelum saudara tertuanya menikah demi mejaga perasaan saudaranya”

             Jadi apakah prinsip itu selalu berkaitan dengan sesuatu yang rumit dan abstrak? Secara esensi mungkin iya, tapi jika memandang relitas sistem kehidupan, sebuah prinsip akhirnya mengalami kemerosotan persepsi dan independensi, Dari sebuah refleksi visi personal menjadi sebuah konsistensi idealisme secara umum, dari suatu pedoman menjadi suatu pertahanan. Bagaimana tidak, saat suatu universalitas nilai kehidupan pun akhirnya mengalami degradasi. Tolak ukur pola kehidupan kini tidak lagi dikatgorikan baik dan buruk melainkan biasa dan tidak biasa, sistem tidak lagi dihargai sebagai indikator benar dan salah tapi pantas dan tidak pantas.  prinsip pun beralih interpretasi menjadi media mempertahankan nilai – nilai idealisme dari orientasi yang bergeser. Dan bagian terburuknya adalah  saat perubahan pola tersebut diyakini sebagai sesuatu yang sewajarnya sedangkan mempertahankan keadaan kemudian terlihat sebagai ketidakwajaran. Idealismepun akhirnya menjadi suatu yang absurd.

Think Again….

“what? kamu masih virgin ya? makanya gaul dikit biar dilirik”
“Wah kamu ujian ngerjain sendiri ya, keliatan ga tau arti setia kawan”
“ini adalah ujian akhir kalian yang menentukan lulus atau tidak, tidak ada salahnya membantu kawan untuk yang terakhir kalinya        masuk sama2 lulus sama2”
“cie antri segala kaya orang lain aja, langsung kedalam aja enak sama enak aja kita”
“bah pake acara cium tangan ortu, ingat umur lah”
“wah kasian dapat nilai E ya? mending buruan samperin dosennya sambil bawa apalah buah,kue atau tanya dulu apa yg dia suka”
“masuk masuk aja bang namanya angkutan umum ya emang desak – desakan”
“Saya sudah siapakan buku paket terbitan baru, saya harap tidak ada yang beli diluar karena itu aturan sekolah”
“sudah jangan pura – pura, saya tau siapa yang curang soalnya saya juga dulu sama seperti kalian” (0_o)
“Ngapain capek – capek tes, belum tentu lo masuk, mending lewat jalur belakang, semua juga gitu”
“jorok banget sih sampah dikantongin, buang aja  disitu, buang ga buang emang udah banyak sampah disitu, buang sebungkus ga ngaruh”
“jaman sekarang cowok ga merokok? jadi banci aja”

Advertisements

Trims for Your Comment..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s